Adalah istilah jaman now untuk tungku kayu bakar. Ya dulu waktu di desa masih banyak yang pakai itu. Namanya keren (ejaan e`). Ya pembakaran yang terjadi tidak mungkin sempurna, yang bakal membuat alat masak hitam kena langes... :D

Tapi tungku sekarang menjadi jet stove karena pengembangan bentuk. Sehingga api yang keluar lebih ngebut. Tungku dibuat lebih tinggi sehingga udara akan tersedot lewat bagian bawah tungku. Ukuran lubang ventilasi bawah dan tempat keluarnya api juga berpengaruh terhadap efisiensi tungku itu sendiri.

Untuk tahap pengembangan lebih lanjut dibagian leher tungku bisa di jadikan heater air panas untuk keperluan mandi. Dengan membuat lilitan koil dengan pipa yang di aliri air dingin, tentunya akan mehasilkan air panas. Nah untuk pengembangan lebih lanjut lagi bisa menggunakan sistem thermosyphon untuk aliran pemanas air tanpa pompa, yang memanfaatkan perbedaan berat jenis air panas dan dingin.

Untuk didaerah dingin jet stove di modif dengan menjadikannya sebagai pemanas ruangan. Kalau pemanas ruangan biasa, maka panas untuk ruangan hanya dari nyala api saja. Tapi kalau pakai jet stove maka panas dari api ada dan ditambah lagi dari leher jet stove yang di modif sedemikian rupa.

Untuk bahan pembuatan jet stove sendiri tergantung akan digunakan sebagai apa. Tapi secara umum :
1. Tanah liat
2. Cor semen
3. Cor semen + perlite
4. Besi / plat

 

1000 Characters left