Top Social

SEKILAS TERDENGAR BIASA TAPI SEBENARNYA "BERBAHAYA"

■ Cerita PERTAMA

Saudara laki-lakinya bertanya saat kunjungan seminggu setelah ia melahirkan: "Hadiah apa yang diberikan suamimu setelah engkau melahirkan?" ~ "tidak ada" jawabnya pendek ~ saudara laki-lakinya berkata lagi: "masa sih, apa engkau tidak berharga di sisinya? aku bahkan sering memberi hadiah istriku walau tanpa alasan yg istimewa" ~

Siang itu, ketika suaminya lelah pulang dari kantor menemukan istrinya merajuk di rumah ~ keduanya lalu terlibat pertengkaran hebat ~ dan sebulan kemudian, antara suami istri ini terjadi PERCERAIAN ..

Darimana sumber masalah?  kalimat sederhana yang diucapkan saudara laki-laki sang istri

■ Cerita KEDUA

Saat arisan seorang ibu bertanya: "Rumahmu ini apa tidak terlalu sempit?

bukankah anak-anakmu banyak?" ~ rumah yg tadinya terasa lapang sejak saat itu mulai dirasa sempit oleh penghuninya ... Ketenanganpun hilang saat keluarga ini mulai terbelit hutang kala mencoba membeli rumah besar dg cara kredit ke Bank . ■ Cerita KETIGA Seorang teman bertanya: "Berapa gajimu sebulan kerja di toko pak Gendut?" ~ ia menjawab: "1 juta rupiah" ~ “Hah!, cuma 1 juta rupiah?, sedikit sekali ia menghargai keringatmu, apa cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupmu?". Sejak saat itu ia jadi membenci pekerjaannya ~ ia lalu meminta kenaikan gaji pada pemilik toko ~ pemilik toko menolak & mem-PHK-nya ~ kini ia malah tidak berpenghasilan dan jadi pengangguran ■ Cerita KEEMPAT Seseorang bertanya pada kakek tua itu: "berapa kali anak-anakmu mengunjungimu dalam sebulan?" ~ si kakek menjawab: "sebulan sekali" ~ yg bertanya menimpali: "wah keterlaluan sekali anak-anakmu itu, di usia senjamu ini seharusnya mereka mengunjungimu lebih sering" ... Hati si kakek menjadi sempit padahal tadinya ia amat rela terhadap anak-anaknya ... ia jadi sering menangis dan ini memperburuk kesehatan dan kondisi badannya .... Apa sebenarnya keuntungan yg kita dapat ketika bertanya seperti pertanyaan-pertanyaan di atas? ~ Jagalah diri dari mencampuri kehidupan orang lain, mengecilkan dunia mereka ~ menanamkan rasa tak rela pada apa yg mereka miliki ~ mengkritisi penghasilan dan keluarga mereka, dan lain dan lain dan lain ... KITA HANYA AKAN MENJADI AGEN KERUSAKAN DI MUKA BUMI INI, JIKA CARA-CARA ITU MASIH KITA LAKUKAN

Leave your comments

Post comment as a guest

0 Character restriction
Your text should be more than 10 characters
terms and condition.
  • No comments found