Top Social

15 Tanaman Pengusir Hama

Hama merupakan salah satu musuh petani di dunia. Tapi tahukah anda bahwa ada tanaman pengusir hama yang sejatinya bisa kita gunakan. Berikut ini aneka tanaman pengusir hama di Indonesia:
 
1. Annona reticulata Penakluk Hama
 
Plutella xylostella meurpakan momok bagi para petani kubis. Untuk mengatasinya anda bisa mencoba menggerus biji nona Annona reticulata dan mencampur 100 ml air. Setelah diendapkan satu malam, ekstrak itu dicampur dengan 19 liter air. Hasilnya setelah 36 jam aplikasi seluruh larva Plutella akan mati. Larva akan kehilangan mobilitas dan tubuhnya mengerut bewarna kekuningan dan perutnya berubah kehitaman.
2. Cabai Pengusir Belalang
 
Cabai dan daun bawang merah tak hanya berguna sebagai penyedap masakan. Namun dibalik itu semua, sayuran ini ternyata bisa berguna untuk mengusir belalang. Tumbuk 2 cabai merah dan 3 daun bawang sampai halus. Jika memungkinkan boleh juga ditambahkan 2 genggam dan mint Mentha piperita. Air perasan dari campuran bahan itulah yang digunakan sebagai biopeptisida. Ia menambahkan 6 liter air dalam 3 sendok campuran bahan dan menyemprotkannya ke tanaman terserang.
 
3. Sirih Kuning Atasi Fusarium Pisang
 
Tumbuk 10-12 lembar daun sirih kuning, setelah halus ambil 25-50 gr bubuk daun sirih lalu campur dengan 1 liter air. Diamkan larutan selama 24 jam setelah disaring lalu semprotkan larutan pada pisang yang terserang, hasilnya selain gejala serangan berkurang produktifitas pisang akan tetap terjaga.
 
4. Biji Kemalakian Usir Keong Mas
 
Warna merah muda yang mencolok seperti murbei menjelang matang diantara batang padi memang menggiurkan. Padahal itu adalah onggokan telur keong mas Pomacea canaliculata yang selama ini masih menjadi momok menakutkan bagi para petani padi. Tapi ada siasat untuk mengatasi itu semua, cukup semprotkan larutan ekstrak biji kemalakian Croton tiglium 0,02% maka dalam waktu kurang dari 1 jam keong akan mati. Hal ini disebabkan oleh kandungan petroleum eter yang sangat toksik bagi pencernaan keong.
 
5. Biji Srikaya Racun Wereng
 
Buah srikaya Annona squamosa memang segar saat disantap namun siapa sangka ia lahir dari biji yang mengandung racun. Kandungan squamosin nya mampu membuat wereng cokelat Nilaparvata lugens tak lagi berselera mengisap cairan batang padi. Senyawa asetogenin menghambat  metabolisme respirasi di dalam sel. Untuk menghasilkan 1 liter larutan cukup dicampur 25 gr biji srikaya yang dihaluskan. Wereng pun akan mati.
 
 
6. Gula Merah Pengusir Tikus
 
Gula merah tak hanya lezat untuk bumbu rujak namun bisa digunakan untuk mengusir tikus. Itu telah dibuktikan oleh petani kebun di purworejo. Sekitar 4 gr gula merah diletakan di depan liang tikus. Lalu tanpa diundang, semut-semut punberdatangan sehingga membuat tak nyaman kawanan tikus. Bahkan tikus kerap mati dirubung serangga sosial tersebut dan akibatnya rombongan tikus pun akan migrasi.
 
7. Daun Sirih dan Bawang Putih 
 
Phytium kerap datang di lokasi persemaian tomat atau cabai. Tunas-tunas muda pun akan rebah. Untuk mencegah kehadirannya, anda dapat memanfaatkan daun sirih dan bawang putih. Sekitar 15-20 lembar daun sirih dan satu ons bawang putih ditumbuk. Lalu tambah air 1 liter dan aduk hingga bercampur rata. Larutan hasil saringan dimasukan ke dalam penyemprot yang sudah berisi 10 liter air. Semprotkan pagi haridi lahan semai sehari sebelum penyemaian. Lanjutkan penyemprotan selama 3 hari sesudah penyemaian. Cendawan pun enggan menetap lagi di lahan penyemaian.
 
8. Pengusir Kutu Daun 
 
Pucuk tomat kerap lunglai gara-gara serangan aphids si kutu daun. Tanaman ini pun seringkali layu sebelum berkembang. Siasat untuk mengusir kutu daun tersebut adalah dengan menanam tanaman bunga kaya nektar seperti kaliandra dan mawar di tepi areal penanaman. Tanaman hias itu akan mengundang lebah, Aphelius abdominalis yang menyukai nektar. Nah lebah itu  juga akan memakan kutu daun. Dengan cara itu populasi kutu daun akan terkendalikan.
 
9. Daun Sirsak Atasi Thrips
 
Thrips adalah momok bagi pekebun cabai. Serangga itu menyerang daun dan pucuk anggota keluarga Solanacreae tanpa ampun. Ia menghisapnya hingga tanaman layu, menguning, buahnya kecil-kecil atau sama sekali tidak berbuah. Ambilah 25-50 lembar daun sirsak ditumbuk halus dicampur dengan 5 liter air dan diendapkan semalam. Keesokan harinya larutan disaring dengan kain halus. Setiap 1 liter hasil saringan diencerkan dengan 10-15 liter air. Air hasil saringan disemprotkan ke seluruh tanaman.
 
10. Virus Pergi Karena Brotowali
Gara-gara kehadiran cucumber mozaic virus, daun cabai jadi keriting, terpilin dan melengung ke atas. Kuncup bunga tidak berkembang, pucat dan layu. Pertumbuhan pucuk kerdil sedangkan bagian yag lebih tua kelihatan normal. Bawa 1 kg batang brotowali, 10 sendok makan kapur dan 1 kg rimpang kunyit ditumbuk. Peras menggunakan kain lalu campur air perasan dengan 30-50 liter air bersih. Semprotkan hasil saringan pada tanaman dan niscaya hama akan hilang.
 
11. Cengkih Pengaman Vanili
Di batang vanili anda ada bercak-bercak memanjang warna cokelat dan cekung?, itu tandanya tanaman terkena busuk batang akibat cendawan fusarium. Ambil 50-100 gr daun cengkeh lalu tumbuk sampai halus. Taburkan tepung daun cengkeh ke dalam tanah di sekitar tanaman vanili dan busuk batang akan terhindarkan.
 
12. Cegah Semut di Persemaian
Jangan sampai semut mengunjungi persemaian tomat anda. Jika itu terjadi maka tunas-tunas akan menua dilahapnya. Untuk mengatasinya maka yang dibutuhkan adalah kunir dan laos. Masing-masing 1 ons bumbu dapur itu ditumbuk. Tambahkan air secukupnya lalu saring. Larutan hasil saringan dimasukan ke dalam penyemprot yang sudah berisi 10 liter air. Semprotkan pagi hari di lahan semai sehari sebelum penyemaian.
 
13. Subur dan Bebas Nematoda
Nematoda sering muncul pada tanah garapan petani. Untuk mengatasinya anda hanya perlu menana mkacang panjang di sekitarnya. Kacang panjang mengeluarkan senyawa terentu yang menghabat perkembangbiakan nematoda.
 
14. Atasi Ulat Grayak
Ulat grayak Spodoptera litura merupakan momok petani sayuran. Pestisida nabati berbahan daun suren adalah siasatnya. Tumbuk sekira 20 helai lalu campur dengan sepertiga sendok makan detergen. Seliter larutan itu diendapkan semalaman. Esok paginya, sarign dan tambahkan 10 liter air lalu semprotkan ke tanaman. Dengan cara itu sayuran apapun akan bebas dari ulat.
 
15. Bau Menyengat Tapi Bermanfaat
Jangan buang urin sapi meski baunya menyengat karena dapat menjadi pestisida alami untuk padi. Caranya 100 liter urin sapi dicampur dengan 10 kg empon-empon-kunyit, kencur, jahe dan temu ireng yang sudah dihaluskan. Diamkan selama 4 hari. Hasilnya hama wereng dan penggerek batang mati dalam 2-3 hari. Sementara cacing tanah, belalang, atau serangga predator alami hama tetap hidup. 
 
Sumber: Trubus
 

Leave your comments

Post comment as a guest

0 Character restriction
Your text should be more than 10 characters
terms and condition.
  • No comments found