Top Social

Bau pada pupuk cair organik

bakteri

Masih awal mencoba memahami tentang pembuatan pupuk cair organik. Saya kira selama ini, cara membuat nya hanya sekedar di hancurkan kemudian di proses melalui aerob atau anaerob composting. Tapi ternyata kita harus memprediksi juga hasil akhirnya. 

Hasil akhir yang saya maksudkan adalah kita mau POC seperti apa. Misal kita mau lebih banyak N , P, atau K ?. Maka kita harus memilih komposisi sedari awalnya. Berikut gambaran umum tentang NPK organik :

" N " = Nitrogen

Dari daun yang pertumbuhannya cepat. Misal: rumput, daun kacang

" P " = Phospor/fosfor

Dari tanaman berdaun tebal dan tahan matahari. Misal : daun jagung

" K " = Kalium

Dari Berbagai tanaman sayur sayuran.

" Insect/pestisida "

Dari tanaman rempah, tanaman obat. Misal : lengkuas, kunir, jahe

" Hormon "

Misal : umbi bawang merah. Pucuk daun

 

Dan yang sering kita lupakan adalah bau yang akan muncul/ dihasilkan. Kalau secara alami, bau yang muncul akan cukup mengganggu. Seperti sayur basi misalnya. Tapi sebenarnya ini bisa kita tekan kok. Dengan bantuan bakteri saccharomyces cerevisiae, yang banyak terkandung dalam cairan cucian beras. Hanya saja kemungkinan jumlahnya sedikit bahkan mati kalau kita murni hanya memakai air cucian beras sehingga untuk memperbesar kemungkinan bakteri itu hidup adalah dengan menambahkan ragi tape atau fermipan yang sering buat roti. Yang nantinya hasil akhir akan berbau seperti tape. Tapi kalau hasil akhir adalah berbau busuk sekali, seperti comberan. Maka kemungkinan besar bakteri patogen yang berkembang, lebih baik kalau yang seperti itu dibuang saja.

Oh, iya . Berbicara masalah proses aerob atau anaerob, berikut gambaran perbedaan nya secara umum :

1. Proses An aerob

- Bakteri lokal ( terkarantina/spesifik)

- Bau harum

- Proses : 2 minggu

- Butuh energi : sekitar 2% gula/ kerbohidrat

- tujuan : obat/pestisida

2. Proses Aerob

- Bakteri bebas (kontaminasi/beragam)

- Bau kurang enak (perlu aerasi yang bagus agar hilang baunya)

- Butuh gula/karbohidrat sekala kecil

- proses : 3-5 hari

- tujuan : pupuk

 

Untuk lama proses pembuatan tidak mutlak karena banyak faktor yang mempengaruhi. Dan misalnya untuk hasilnya kita tetap ingin menyimpan nya dalam waktu yang lama. Cukup tambahkan sedikit gula/karbohidrat sebulan sekali. Supaya bakteri didalam tetap hidup.

Haduh, kok jadi panjang yah..  :D

Ok. Itu dulu deh...

Bye, see u later...

Leave your comments

Post comment as a guest

0 Character restriction
Your text should be more than 10 characters
terms and condition.
  • No comments found